Minggu, 10 November 2013

HARI PAHLAWAN, 10 NOVEMBER 2013


Salah satu yang senantiasa kita syukuri adalah nikmat kemerdekaan, namun kemerdekaan itu tidak akan bisa kita rasakan tanpa pengorbanan para pahlawan. Untuknya 10 November ditetapkan sebagai hari pahlawan untuk mengenang jasa mereka.

Dalam rangka mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahuli kita, DPD PKS  Takalar memperingati hari Pahlawan dengan mengadakan acara Napak Tilas Hari Pahlawan yang dilaksanakan  pada hari Sabtu-Ahad, 9-10 November  2013, di kantor DPD PKS Takalar, Sabintang, Kec. Pattallassang, Kab. Takalar

Rangkaian acaranya yaitu:
Sabtu : baksos, Pawai obor dari kantor DPD PKS Takalar ke Taman Makam Pahlawan, Mabit, Malam renungan.
Ahad : Upacara penaikan bendera, Nonton bareng.










Dalam rangkaian upacara juga pemberian kenang-kenangan kepada 3 orang wakil veteran, Dg Maro 1931, Dg Sanna 1932, Dg Situju 1941.

Semoga perjuangan para pahlawan yang telah gugur  senantiasa berbalas surge. Semoga kita  mewarisi semangat pengorbanan para pahlawan, semangat untuk bekerja dan berbuat untuk Indonesia. Semoga Allah swt menakdirkan kita untuk meraih gelar para Syuhada.



Jumat, 08 November 2013

Karena Cinta Hadir Saat Manusia Membutuhkan Cinta


Foto yang cukup unik. Sekilas, biasa saja, tak ada yang aneh dari foto ini. Tidak ada yang ‘wah’ kan? Tapi kok banyak yang komentari ya? Penasaran deh… baca ah…
Wah… kalau disimak baik-baik, memang ada yang kurang lumrah. Ikut komen ah…



Axxx Qxxxxxx Mxxxxx: bahaya na
Rxxxxxxx Cxxxx: Mesra.com
Axxxx Cxxxx: biiiiii.......
Mxxx Mxxxxx: sapa itu :-0
Rxxxxxxx Cxxxx: Sesuatu ini....
Nxx Hxxxxx: Kenapa jeruk makan jeruk...wkwkwkw
Rxxxxxxx Cxxxx: Ini mi trend menuju 2014...
MxxDxxxx Fxxxx: mencurigakan,,
Mxxx Mxxxxx: curiga sich MxxDxxxx Fxxxx
Sxx Sxxxxxx: astaghfirullah..
Rxxxxxxx Cxxxx: Sok2 lagi la indo Sxx Sxxxxxx
Mxxx Mxxxxx: jangan cemburu........................
Delyana Al-Burhani: berlebihan fotonya ukh. menggiring opini publik bersu'uzhon. tidak wajar memang... afwan. Foto yg anda upload tidak berkualitas

Tak lama ada yang komen gini:
“Wajar ji... dr pd foto so imut dpamer... biasa ji akhwat cipika cipiki apalg pelukan dr belakang...”

Ah… masa sih? Apa saya salah? Apa saya berlebihan dalam berkomentar? Saya rasa tidak.
Entah…. Dengan alasan apa sesuatu yang menggiring opini orang lain bernegatif thinking masih dianggap wajar. Ketika hal-hal seperti ini dianggap sepele entah bagaimana kedepannya. Siapa yang bisa mengendalikan perasaan orang lain? Jangankan orang lain, perasaan kita saja kadang keteteran.

Ditambah lagi, sekarang ini tidak sedikit kasus yang menimpa ikhwan dan akhwat dalam mengikuti  jejak kaum Nabi Luth. Banyak laporan di tingkat Dewan Syariah Wilayah. Itulah faktanya.

Saya ingat cerita teman-teman dari alumni pesantren, kadang ngeri juga mendengarnya. Sampai-sampai ustadznya marah besar dan siswi itu di DO. Bahkan Nabi pun melarang perempuan atau laki-laki berada dalam satu selimut dengan sejenisnya.
Maka salahkah saya jika mencegah hal yang demikian?
Yang saya pahami, menghindari mudharat itu lebih utama.

Sabtu, 02 November 2013

Sinopsis: Tarapuccino

Judul : Tarapuccino
Penulis : Riawani Elyta & Rika Y. Sari
Penerbit : Afra Publishing, cetakan pertama, Oktober 2009, Dzulqa'dah 1431 H, 248 halaman, 14 cm

Menceritakan tentang sebuah usaha bakery di Batam dengan nama Bread Time Bakery dengan semua geliatnya. Dua saudar sepupu, Tarra dan Raffi pemiliknya. Interior dan eksterior Bread Time Bakery, uniform karyawan, bahkan sampai pada selembar undangan yang bernuansa light peach ciri khas Tarra, merasuki ingatan Hazel, pengunjung setia yang selalu memesan cinnamon cappuccino.

Sampai akhirnya Bread Time meluncurkan buletin edisi perdana dan member card hingga merasa membutuhkan tambahan karyawan spesialis editing untuk mengelola buletinnya.

Bergabunglah Hazel, pemuda ahli desain grafis. namun Bread Time mulai diterpa berbagai tragedi aneh bin misterius. Bila diselidiki ternyata berawal dari keputusan sepihak Bread Time atas pemutusan hubungan kerja dengan sebuah perusahaan pemasok bahan baku Calvin & Co.

Bersamaan dengan itu, terkuaklah wajag asli Ahmadiaz Syah Reza, mahasiswa drop out dan mantan aktivis yang kini terlibat skandal illegal trading demi keselamatan adik-adik dan ibu tirinya. Sebuah kecelakaan maut menjadi titik terang terungkapnya sebuah tragedi yang ternyata semuanya berkaitan satu sama lain.

Kehadiran Rheina sahabat Tarra menambah kejelasan hubungan Tarra dan Diaz. Lalu Hazel, yang tiba-tiba raib meninggalkan subfolder yang tersimpan khusus di hati Tarra yang hanya bisa dibuka dengan satu password. Akhirnya Raffi pun melamar sepupunya, sebelum menikah Tarra ke suatu tempat dan ternyata bertemu dengan sosok yang selama ini menghilang.



Minggu, 20 Oktober 2013

Tantangan Dakwah

1. Jabatan/alat mencari Rezeki
2. Istri/suami dan anak-anak
3. mabuk dunia & harta
4. suara penghalang yang melemahkan
5. kekerasan hari karena lama vakum tidak aktif
6. Kewaspadaan

Jumat, 16 Maret 2012

MUHASABAH

Sinar mentari kian memudar
Lembayung senjapun makin merona
Membias indah ke wajah rembulan
Yang malu-malu menyapa sang malam

Tayang bintang berkelip benderang
Menghias angkasa yang gulita
Kucoba arungi malam yang sunyi
Dalam dzikir hatiku pada-Nya

Ya Allah… kini malammu tlah singgah
Ke dalam hati hamba-Mu yang resah
Ya Allah… lukisan malam-Mu nan megah
Iringi daku sujud bermuhasabah

Sinar mentari bersinar lagi
Menyapa kilauan si embun pagi
Kicau kenari sapa melati
Menjadi melodi warnai hari

Langit birtu berhiaskan awan
Mengajak sang surya beri harapan
Hangat sinarnya beri harapan
Tuk isi hari yang telah kau beri

Ya Rabbi… siang-Mu kini kembali
Ku cari rizki dan taqwa diri
Ya Rabbi… kini kian aku sadari
Kebesaran-Mu dimalam dan siang hari

By : Al-Ginat

Kamis, 16 Februari 2012

Andai Aku Tiada Lagi


By: NajmeeQamar

cerita hidup kian berlalu
membawaku
kepenghujung
kaku langkah kian lemah
kelu lidah untuk bicara

langit jingga warna senja
desir bayu membisik duka
kealpaan nan semalam
kini kulepaskan luka silam

bersama rayu doa
damba keampunannYA

Andai diriku pergi
tinggalkan mu sendiri
usah kau sedih usah tangisi
duga dari ilahi

Andai ku pergi dulu
tiba tika dan waktu
telah tertulis takdir untukku
perjanjian Maha Agung...

Doakanku sejahtera disisiNYA...

Sabtu, 10 September 2011

Kisah Seorang Muslim dari Desa Marinding, Tana Toraja

Menjadi minoritas memang butuh perjuangan.  Semua keputusan yang diambil dengan kurang bijak, bias fatal akibatnya. Kali ini saya akan bercerita tentang kisah seorang Muslim minoritas dari salah satu sudut Selawesi Selatan, Desa Marinding kecamatan Mengkendek Kabupaten Toraja.

Sebagaimana yang kita ketahui pada umumnya mayoritas penduduk Tana Toraja beragama Kristen (baca: Nashara). Sebagaian kecilnya lagi adalah Islam. Namun di wilayah Mengkendek, bias dibilang jumlah penduduk Muslim lumayan besar bila dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya di kabupaten Toraja. Sekitar 23 Masjid tersebar di Kecamatan ini. Salah satunya adalah Masjid Al-Magfirah Tombong, Dusun Kandora, Desa Marinding. Didaerah ini ada 20 Kepala Keluarga yang beragama Islam.

Meskipun berbeda keyakinan, penduduk Toraja  bisas hidup berdampingan dengan rukun dan damai sampai sekarang, semoga begitu seterusnya, Amin. Hal inilah yang juga banyak menarik perhatian para peneliti  berdatangan ke bumi Lakipadada ini,baik lokal maupun luar Negeri.

Para penduduk memang hidup rukun, namun tidak berarti keyakinan diantaranya tidak saling mempengaruhi. Menurut hasil perbincangan saya dengan beberapa warga Desa Marinding, disana ada beberapa Muslim Muallaf, namun ada juga beberapa yang Murtad. Banyak factor yang mempengaruhi perpindahan Agama itu. Namun yang paling dominan sekitar 90% Muallaf di Daerah ini karena mereka menikah dengan seorang Muslim, jadi ikut keyakina suami mereka (Sebagian besar muallaf adalah wanita).

Adalah lelaki setengah baya yang akrab disapa Bapak Umar, beliau penduduk Asli Toraja, begitupun Istrinya. Diceritakan bahwa masa muda beliau dihabiskan untuk merantau. Ke Kendari, Luwu, Kalimantan, dan berbagai daerah lainnya. Sempat beliau “muartad” sampai akhirnya Ayahanda jatuh sakit. Ayahanda berpesan: “Saya tidak akan sembuh jika kamu tidak kembali masuk dalam dekapan Islam, karena hanya doamulah wahai anakku yang bisa menyembuhkan ayah.”

Bapak Umar Insyaf dan tergugahhatinya. Ada rasa tanggung jawab, ada beban moril yang ditanggungnya sebagai anak pertama dari saudara-saudaranya. Bapak Umar kembali bersyahadat. Syahadat yang sebenar-benarnya. Shalat tepat waktu,melaksanakan ajaran Islam sesuai tuntunan Syariat. Walhasil, Ayahanda diberi kesembuhan oleh Yang Maha Menyembuhkan dengan wasilah doa anak-anak yang shalih.

Kabar baik dari umat Islam di Desa Marinding ini adalah adanya pengajian rutin setiap Jum’at untuk bapak-bapak dan juga Ibu-ibu. Ini adalah salah satu langkah penguatan Aqidah yang bisa saja goyah kapan saja, karena tidak jarang ada muallaf yang kembali lagi ke agamanya yang dulu.

Allah-lah yang menggenggam hati- hati kita, dan Dia jualah yang membolak-balikkannya. Maka tak henti-hentinya kita meminta pada-Nya agar senantiasa istiqamah, menetapkan hati kita dalam rengkuhan kasih sayang Islam. Pun kita butuh ikhtiar, butuh saling menguatkan agar senantiasa Tsabat dalam Din, salah satunya dengan berkumpul dengan orang-orang Shalih dan juga kajian rutin setiap pekannyaز

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
 
(mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan hati Kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada Kami, dan karuniakanlah kepada Kami rahmat dari sisi Engkau; karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)"

يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا علىدينك