Sinar mentari kian memudar
Lembayung senjapun makin merona
Membias indah ke wajah rembulan
Yang malu-malu menyapa sang malam
Tayang bintang berkelip benderang
Menghias angkasa yang gulita
Kucoba arungi malam yang sunyi
Dalam dzikir hatiku pada-Nya
Ya Allah… kini malammu tlah singgah
Ke dalam hati hamba-Mu yang resah
Ya Allah… lukisan malam-Mu nan megah
Iringi daku sujud bermuhasabah
Sinar mentari bersinar lagi
Menyapa kilauan si embun pagi
Kicau kenari sapa melati
Menjadi melodi warnai hari
Langit birtu berhiaskan awan
Mengajak sang surya beri harapan
Hangat sinarnya beri harapan
Tuk isi hari yang telah kau beri
Ya Rabbi… siang-Mu kini kembali
Ku cari rizki dan taqwa diri
Ya Rabbi… kini kian aku sadari
Kebesaran-Mu dimalam dan siang hari
By : Al-Ginat
Tampilkan postingan dengan label Nasyid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasyid. Tampilkan semua postingan
Jumat, 16 Maret 2012
Selasa, 16 Maret 2010
Cinta Rasulullah
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Karena pancaran ketenanganmu
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat Kukucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu
Ya Rasulullah ya habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulullah ya habiballah
Kami rindu padamu
Allahumma shalli ala Muhammad
Ya rabbi shalli alaihi wasallim
Alangkah indahnya hidup ini
andai dapak kudekap dirimu
tiada kata yang dapat aku ucapkan
hanya Tuhan saja yang tahu
Kutahu cintamu kepada ummat
Ummati……ummati…………
Kutahu bimbangnya Kau tentang kami
Syafaatkan kami
Alangkah indahnya hidup ini
andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Karena pancaran ketenanganmu
Ya Rasulullah ya habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulullah ya habiballah
Kami rindu padamu
Ya Rasulullah ya habiballah
Terimalah kami sebagai ummatmu
Ya Rasulullah ya habiballah
Karuniakanlah syafa’atmu
Kamis, 30 Juli 2009
Minggu, 12 Juli 2009
PERSEMBAHAN
-->
Wahai kau sahabatku yang paling lembut hatinya, betapa aku senang bisa mengenalmu, kau mengerti semua risauku, meski tak ku ungkapkan. Betapa pengertiannya kamu.
Semoga kau senantiasa memberi arti dalam tiap kehidupan orang-orang yang mengenalmu.
Kau meredam gejolak amarahku menjadi benih-benih cinta dan kasih-sayang, dan aku pun berubah menjadi sosok yang tenang.
keegoisanku kau sulap menjadi orang yang paling bijak dalam menyikapi perbedaan dan menjadi sosok yang dewasa dalam persoalan
Semoga kau senantiasa menjadi warna indah dalam pelangi hidup orang-orang di yang ada disekitarmu.
Terima kasih atas semua kenangan indah yan telah kita ukir, semoga menjadi kisah klasik esok hari
by : Sheila On 7
JABAT TANGANKU mungkin untuk yang TERAKHIR kali
Kita berbincang tentang MEMORY dimasa itu
Peluk tubuhku usapkan juga AIR MATAku
Kita terharu seakan TIADA BERTEMU lagi
Bersenang senanglah
karena HARI INI AKAN KITA RINDUKAN
Di hari nanti sebuah KISAH KLASIK untuk masa depan
Bersenang senanglah
Karena waktu ini akan kita BANGGAKAN dihari tua
SAMPAI JUMPA kawanku semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk MASA DEPAN
Mungkin diriku MASIH INGIN bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian
Senin, 06 Juli 2009
R A P U H
-->
“Ternyata, ana rapuh sobat.” Keluh seorang kawan.
Jadi ingat nasyidnya Mas Opick nih, nyanyi dulu ah….
RAPUH
Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka, tangis dan tawa
tergores bagai lukisan
Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepada-Mu
Yang terindah dalam hidupku
Reff:
Meski kurapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepada-Mu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah pada-Mu
Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dada kuharap hanya
Diri-Mu yang bertahta
Detik waktu terus berlalu
Semua berakhir padamu
Subhanallah, liriknya sangat menyentuh. Tau nggak teman-teman, awal ku dengar nasyid ini, mataku langsung terasa hangat, dadaku sesak, tangispun pecah dalam haru biru. Hiks…8x
Kembali ke laptop:
Ngomong-ngomong tentang RAPUH itu sendiri, yang terlintas dalm benakku adalah rumah yang tiangnya mulai lapuk. Biasanya, orang akan menyandingkan kayu lapuk itu dengan kayu lain yang cukup kuat untuk menyokong tiang itu supaya rumahnya tidak roboh.
Nah, bagaimana kalau yang rapuh itu ternyata jiwa kita?
Itu artinya kita butuh penyokong. Kita butuh orang lain yang bisa mendukung, mensupport kita. Iya nggak?
Kita butuh sahabat, cerminan diri yang ‘kan senantiasa mengingatkan kita, membantu kita dalam berta’abbud dan bertqarrub pada-Nya.
Dalam mengarungi bahtera dakwah yang tak berujung ini, sejatinya, kita butuh teman. Sebagaimana Rasulullah SAW kepada Abu Bakar RA, beliau adalah rafiqah (sahabat sejati) baginya. Seperti Musa AS yang membutuhkan Harun AS , dan keduanyapun dipersaudarakan di jalan-Nya.
ربّ لا تذرني فردا و أنت خير الوارثين
Wahai Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah Waris yang paling baik
Saudaraku, tetap tegar dengan selaksa dakwah, sesungguhnya, kita tak pernah sendiri.
لا تحزن إنّ الله معنا
Kamis, 04 Juni 2009
ShouHar
10 tahun terakhir
4 kali nahkoda bahtera negeri ini berganti
10 tahun terakhir
Pemegang amanat semakin tidak bisa dipercaya
Mereka semakin rakus merampas hak-hak rakyat jelata
10 tahun terakhir
Malapetaka pun selalu menghantam negeri ini
Tsunami, banjir, longsor dan bermacam penyakit
Silih berganti merontokkan anak-anak negeri
10 tahun terakhir
Orang-orang lapar dan orang-orang menganggur
Semakin tidak terhitung jumlahnya
10 tahun terakhir
Kemaksiatan dan tindak kejahatan sangat sulit dihentikan
Rasa malu dan rasa peduli terasa semakin menjauh
Adakah harapan dan asa di negeri ini
Mungkinkah Allah berkenan untuk mencurahkan
Berkah dan rahmat-Nya
Apakah kita berhak untuk berkuasa dan memimpin negeri ini
Pantaskah kita melayani orang-orang yang bosan
dengan janji-janji para penipu
Ingatlah saudaraku
Arah dan tujuan kita jangan berubah
Langkah harus semakin tegap
Karena perubahan adalah kepastian
Bangkitkan semangat dan rebut setiap peluang
Jangan sibuk dengan hal yang tidak penting
Lenyapkan keraguan
Dan yakinlah bahwa Allah
pasti mendidik kita untuk mendapatkan kebahagian yang hakiki
IBU (Nasyid)
Bila ku ingat masa kecilku
Ku slalu menyusahkanmu
Bila ku ingat masa kanakku
Ku slalu mengecewakanmu
Banyak sekali pengorbananmu
Yang kau berikan padaku
Tanpa letih, dan tanpa pamrih
Kau berikan semua itu
Enkaulah yang ku kasihi
Engkaulah yang ku rindu
Kuharap slalu doamu
Dari dirimu ya ibu.
Tanpa doamu takkan ku raih
Tanpa doamu takkan ku capai
Segala cita yang ku inginkan
Dari dirimu ya ibu
Langganan:
Postingan (Atom)


