Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2013

I LOSE MY DEPOSITS

Hari ini Pemilihan Raya (PEMIRA) Presiden RI dari Internal PKS. Ada 22 calon. Wah... nomor urut 7. Anis Matta. Sama dengan kanda, nomor urut 7. Tajuddin Nur.

Saya tinggalkan kosan, kanda jemput 13.30 wita. Kami cuma sempat PEMIRA di kantor DPD PKS Gowa, tidak sempat pulang ke Takalar. Shalat Ashar disana. Kemudian lanjut makan di Sari Laut.

Pulang ke kosan... alangkah na'as... pintu kamar yang tadinya terkunci, terbuka. Ada yang telah masuk paksa. Pintu habis dicungkil. Saya tengok ke belakang, kamar teman juga terbuka.

ان لله وان اليه راجعون
rumah di bobol maling. Laptopku juga laptop teman hilang... Alhamdulillah cuma itu. malingnya tidak sempat bongkar-bongkar.

Saya kebawah, lantai 1, bertanya ma teman kosan, katanya tidak dengar ribut-ribut. Ah... masa sih??? curiga.

Tapi, biarlah, saya pribadi ga' pusing-pusing amat. Allah telah mengatur semuanya. Tawakkal saja!
ربنا عليك توكّلنا...
karena dah sering kehilangan, bahkan yang lebih berharga dari itu, makanya ga terlalu terpukul.
Laptop masih bisa dibeli, yah,,, kalau uangnya cukup, hehehe
Yang kasihan itu datanya, banyak yang bilang begitu.
Namun saya juga tidak terlalu histeris kog, lebih dahsyat dari itu, bahkan saya pernah hilang ingatan.
Yah,,, begitulah,,,
 ان لله وان اليه راجعون
Yakinlah!
Allah menguji. Allah pasti menggantinya dengan yang lebih baik, jika kita asli BERSABAR.
Mungkin kanda akan jadi Aleg. hehehe, Allahu A'lam. 
 آمين يا رب  

Minggu, 10 November 2013

HARI PAHLAWAN, 10 NOVEMBER 2013


Salah satu yang senantiasa kita syukuri adalah nikmat kemerdekaan, namun kemerdekaan itu tidak akan bisa kita rasakan tanpa pengorbanan para pahlawan. Untuknya 10 November ditetapkan sebagai hari pahlawan untuk mengenang jasa mereka.

Dalam rangka mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahuli kita, DPD PKS  Takalar memperingati hari Pahlawan dengan mengadakan acara Napak Tilas Hari Pahlawan yang dilaksanakan  pada hari Sabtu-Ahad, 9-10 November  2013, di kantor DPD PKS Takalar, Sabintang, Kec. Pattallassang, Kab. Takalar

Rangkaian acaranya yaitu:
Sabtu : baksos, Pawai obor dari kantor DPD PKS Takalar ke Taman Makam Pahlawan, Mabit, Malam renungan.
Ahad : Upacara penaikan bendera, Nonton bareng.










Dalam rangkaian upacara juga pemberian kenang-kenangan kepada 3 orang wakil veteran, Dg Maro 1931, Dg Sanna 1932, Dg Situju 1941.

Semoga perjuangan para pahlawan yang telah gugur  senantiasa berbalas surge. Semoga kita  mewarisi semangat pengorbanan para pahlawan, semangat untuk bekerja dan berbuat untuk Indonesia. Semoga Allah swt menakdirkan kita untuk meraih gelar para Syuhada.



Jumat, 08 November 2013

Karena Cinta Hadir Saat Manusia Membutuhkan Cinta


Foto yang cukup unik. Sekilas, biasa saja, tak ada yang aneh dari foto ini. Tidak ada yang ‘wah’ kan? Tapi kok banyak yang komentari ya? Penasaran deh… baca ah…
Wah… kalau disimak baik-baik, memang ada yang kurang lumrah. Ikut komen ah…



Axxx Qxxxxxx Mxxxxx: bahaya na
Rxxxxxxx Cxxxx: Mesra.com
Axxxx Cxxxx: biiiiii.......
Mxxx Mxxxxx: sapa itu :-0
Rxxxxxxx Cxxxx: Sesuatu ini....
Nxx Hxxxxx: Kenapa jeruk makan jeruk...wkwkwkw
Rxxxxxxx Cxxxx: Ini mi trend menuju 2014...
MxxDxxxx Fxxxx: mencurigakan,,
Mxxx Mxxxxx: curiga sich MxxDxxxx Fxxxx
Sxx Sxxxxxx: astaghfirullah..
Rxxxxxxx Cxxxx: Sok2 lagi la indo Sxx Sxxxxxx
Mxxx Mxxxxx: jangan cemburu........................
Delyana Al-Burhani: berlebihan fotonya ukh. menggiring opini publik bersu'uzhon. tidak wajar memang... afwan. Foto yg anda upload tidak berkualitas

Tak lama ada yang komen gini:
“Wajar ji... dr pd foto so imut dpamer... biasa ji akhwat cipika cipiki apalg pelukan dr belakang...”

Ah… masa sih? Apa saya salah? Apa saya berlebihan dalam berkomentar? Saya rasa tidak.
Entah…. Dengan alasan apa sesuatu yang menggiring opini orang lain bernegatif thinking masih dianggap wajar. Ketika hal-hal seperti ini dianggap sepele entah bagaimana kedepannya. Siapa yang bisa mengendalikan perasaan orang lain? Jangankan orang lain, perasaan kita saja kadang keteteran.

Ditambah lagi, sekarang ini tidak sedikit kasus yang menimpa ikhwan dan akhwat dalam mengikuti  jejak kaum Nabi Luth. Banyak laporan di tingkat Dewan Syariah Wilayah. Itulah faktanya.

Saya ingat cerita teman-teman dari alumni pesantren, kadang ngeri juga mendengarnya. Sampai-sampai ustadznya marah besar dan siswi itu di DO. Bahkan Nabi pun melarang perempuan atau laki-laki berada dalam satu selimut dengan sejenisnya.
Maka salahkah saya jika mencegah hal yang demikian?
Yang saya pahami, menghindari mudharat itu lebih utama.

Sabtu, 10 September 2011

Kisah Seorang Muslim dari Desa Marinding, Tana Toraja

Menjadi minoritas memang butuh perjuangan.  Semua keputusan yang diambil dengan kurang bijak, bias fatal akibatnya. Kali ini saya akan bercerita tentang kisah seorang Muslim minoritas dari salah satu sudut Selawesi Selatan, Desa Marinding kecamatan Mengkendek Kabupaten Toraja.

Sebagaimana yang kita ketahui pada umumnya mayoritas penduduk Tana Toraja beragama Kristen (baca: Nashara). Sebagaian kecilnya lagi adalah Islam. Namun di wilayah Mengkendek, bias dibilang jumlah penduduk Muslim lumayan besar bila dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya di kabupaten Toraja. Sekitar 23 Masjid tersebar di Kecamatan ini. Salah satunya adalah Masjid Al-Magfirah Tombong, Dusun Kandora, Desa Marinding. Didaerah ini ada 20 Kepala Keluarga yang beragama Islam.

Meskipun berbeda keyakinan, penduduk Toraja  bisas hidup berdampingan dengan rukun dan damai sampai sekarang, semoga begitu seterusnya, Amin. Hal inilah yang juga banyak menarik perhatian para peneliti  berdatangan ke bumi Lakipadada ini,baik lokal maupun luar Negeri.

Para penduduk memang hidup rukun, namun tidak berarti keyakinan diantaranya tidak saling mempengaruhi. Menurut hasil perbincangan saya dengan beberapa warga Desa Marinding, disana ada beberapa Muslim Muallaf, namun ada juga beberapa yang Murtad. Banyak factor yang mempengaruhi perpindahan Agama itu. Namun yang paling dominan sekitar 90% Muallaf di Daerah ini karena mereka menikah dengan seorang Muslim, jadi ikut keyakina suami mereka (Sebagian besar muallaf adalah wanita).

Adalah lelaki setengah baya yang akrab disapa Bapak Umar, beliau penduduk Asli Toraja, begitupun Istrinya. Diceritakan bahwa masa muda beliau dihabiskan untuk merantau. Ke Kendari, Luwu, Kalimantan, dan berbagai daerah lainnya. Sempat beliau “muartad” sampai akhirnya Ayahanda jatuh sakit. Ayahanda berpesan: “Saya tidak akan sembuh jika kamu tidak kembali masuk dalam dekapan Islam, karena hanya doamulah wahai anakku yang bisa menyembuhkan ayah.”

Bapak Umar Insyaf dan tergugahhatinya. Ada rasa tanggung jawab, ada beban moril yang ditanggungnya sebagai anak pertama dari saudara-saudaranya. Bapak Umar kembali bersyahadat. Syahadat yang sebenar-benarnya. Shalat tepat waktu,melaksanakan ajaran Islam sesuai tuntunan Syariat. Walhasil, Ayahanda diberi kesembuhan oleh Yang Maha Menyembuhkan dengan wasilah doa anak-anak yang shalih.

Kabar baik dari umat Islam di Desa Marinding ini adalah adanya pengajian rutin setiap Jum’at untuk bapak-bapak dan juga Ibu-ibu. Ini adalah salah satu langkah penguatan Aqidah yang bisa saja goyah kapan saja, karena tidak jarang ada muallaf yang kembali lagi ke agamanya yang dulu.

Allah-lah yang menggenggam hati- hati kita, dan Dia jualah yang membolak-balikkannya. Maka tak henti-hentinya kita meminta pada-Nya agar senantiasa istiqamah, menetapkan hati kita dalam rengkuhan kasih sayang Islam. Pun kita butuh ikhtiar, butuh saling menguatkan agar senantiasa Tsabat dalam Din, salah satunya dengan berkumpul dengan orang-orang Shalih dan juga kajian rutin setiap pekannyaز

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
 
(mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan hati Kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada Kami, dan karuniakanlah kepada Kami rahmat dari sisi Engkau; karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)"

يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا علىدينك

Senin, 18 April 2011

TELAGA KERUH

Dan akhirnya aku benar-benar kembali,
Namun dengan motif yang berbeda dari rencana jauh-jauh hari.
Emosi jiwa yang sempat membara bagai api
Juga  segudang amarah dan kecewa yang meluap di relung hati
air mata yang berdesak-desakan membanjiri pipi
Tiba-tiba saja semua berubah dan berganti...
Aku ingin benci tapi rasa kemanusianku mencuat
Aku menjaumpaimu dengan penuh rasa iba
Tak kutanyakan yang sangat ingin kuketahui
Tak kutagih yang mesti kau beri
Tak ada kata yang menjurus ke arah itu semua
Bukan tak sanggup atau ciut, tapi aku memilih menunda
Bukan saat yang tepat untuk membahas topik itu
Aku hanya mengalah, bukan berarti aku kalah
Sesaat aku hanya mengambil jeda, dan itu bukan berarti aku berhenti samapi disitu.
Aku terus berusaha menyayangimu
Seperti yang diajarkan Rabb, Rasul, Orang tua dan guru-guruku
Dan kau selalu saja mengajariku untuk membencimu.
Kenapa harus ada seka diantara kita?
Kenapa harus ada air mata dan kasih yang berserakan?
Aku memang tak menyukaimu, namu aku tak ingin kau terluka dan kenapa-kenapa.
Entah rasa apa yang kupunya untukmu...

Rabu, 08 Desember 2010

TUNGGU AKU

Insya Allah... Esok atau lusa aku akan datang.
Meminta sesuatu yang semestinya menjadi milikku.
Dan memberikan apa yang kau tagih dariku.

Cinta seringkali merekah karena hubungan darah,
Namun cinta tak jarang tumbuh pada ikatan persaudaran karena-Nya,
dan terkadang itu lebih abadi.
Namun syaitan tak hentinya berusaha memutuskan aliran cinta,
Bahkan membalikkannya menjadi kebencian dan kedengkian.
Seperti Qabil yang tega membunuh saudara kandungnya Habil karena bisikan syaitan.

Aku akan kembali...
Menyulam semua yang terurai,
Menyusun semua yang tercerai,
Dalam indahnya dekapan Ilahi.

PINCANG

Sekelompok sedang bekerja,
Sekelompok lain diam saja tanpa kerja-kerja produktif.
Hasil usaha dibagi bersama antara pekerja dan si pasif.
Sipekerja kudu geram,
Ketidakadilan menyebabkan kasih yang suram,
Berkat keikhlasan, semua masih bisa berjalan.
Meskipun berat sebelah,
dan terpincang-pincang.

Senin, 06 Desember 2010

HARAPAN BARU

Senja terbenam di ufuk Barat.
Waktu terus bergulir, berganti dengan wajah-wajah baru yang menawarkan sejuta asa dan impian.
Rintik-rintik hujan menapaki bumi di awal malam,
membuka lembaran pertama Tahun Baru Islam.
1 MUHARRAM 1432 H.
Semoga Tahun Baru membangkitkan semangat baru,
Semoga menjadi momentum titik tolak dari sebuah kesuksesan.
Semoga kesalahan-kesalahan tahun lalu luntur bersama tetesan hujan yang menyejukkan.
Harapan demi harapan, semoga tak sebatas angan-angan.
Rencana demi rencana, semoga tak sekedar menjadi wacana.
Amin.
KULLU 'AAMEN WA ANTUM BIKHAIR
Selamat Tahu Baru!
Mabruuk...

Rabu, 28 April 2010

Masih Seperti yang Dulu

Umur, status, tempat tinggal, penampilan....
mungkin cukup itu saja yang berubah.
Tampilan fisik!
Aku masih seperti yang dulu....
Aku masih tetap Aku yang dulu.
Tak ada perubahan yang signifikan.
Disini...
Di dunia baruku.
Insya Allah, Esok....Aku pasti berubah!
dan Kau, Saksikanlah!!!

"Faidza 'azamta fatawakkal 'alallah"

Selasa, 20 April 2010

Tetap DS

April 2009

Rabb…hari ini hamba kurang sehat. Apakah hamba di uji atau diminta istirahat dulu?
Begitu besarnya rasa sayang-Mu pada hamba.
Alhamdulillah…Engkau masih perhatian pada hamba.
Ya Rabb… tahu nggak? Kemarin saya pergi DS dalam keadaan yang sangaaaat mengantuk. Tapi lihatlah peejuanganku Ya Rabb…meski dalam komdisi yang seperti itu, hamba-Mu ini tetap memaksakan diri. Saya tidak ingin ketinggalan dalam perjuangan dakwah ini. Saya tidak ingin jadi penonton. Saya juga ingin turut adil membangun peradaban ini.
Semoga semuanya Engkau nilai sebagai mujahadah seorang hamba untuk mendapatkan cinta-Mu.
Rabb…Enkau yang kujadikan tempat curhat terbaikku, melalui pena-penaku yang lemah ini. Ampuni karena tidak sopan, Maafkan karena hamba lancang. Aku hanya ingin senantiasa bermanja-manja pada-Mu.
“Jangan Sampai kita semua melaporkan kerja-kerja pemenangan kita ke struktur, tapi dalam sepekan, kita tidak pernah melaporkannya kepada Allah SWT, meski hanya sekali sepekan.”
Rabb…Bantu hamba agar bisa bangun setiap malam. Merasakan ni’matnya berkhalwat dengan-Mu. Hari ini, esok dan seterusnya. Hingga akhirnya hamba bisa bertemu dengan-Mu, menatap ‘wajah’-Mu di surga firdaus-Mu karena limpahan ma’rifat, rahmat dan Cinta-Mu…. Amin….
Ya Allah…Bantu hamba menjadi pribadi yang tawazun.
Jangan sampai hamba menzhalimi orang lain ataupun diri sendiri, apalagi sampai menyakiti-Mu dan Rasul-Mu.
Mudah-mudahan semangat tuk memperjuangkan da’wah ini tak lebih besar dari semangat tuk memperbaiki diri. Begitupun sebaliknya.

Selasa, 16 Februari 2010

Jalan Para Syuhadaa’

Di pusat semesta, aku belajar tentang pahitnya dunia dan derasnya air mata. Namun aku disini senantiasa bertahan karena akhir ini semua adalah bahagia, canda dan tawa. Aku tak ingin mengorbankan bahagiaku hanya untuk dukaku kelak.
Ini adalah jalan yang telah Ia gariskan. Tentunya Ia yangpaling tahu. Semoga inilah jalan yang terbaik. Jalan yang senantiasa menuntunku untuk bertemu Rabb-ku. Jalan yang mengantarkanku ke haribaan-Nya. Dalam dekapan cinta-Nya
Tapi…entah mengapa, jalan ini penuh dengan liku. Jalan yang sukar lagi mendaki, jalan ini dipenuhi dengan onak duri. Beribu perih hadir disini. Mulai dari yang paling kecil sekalipun sampai yang sangat besar. Kenapa? Aku lama berpikir. Jangan sampai aku salah jalan. Namun bisakah aku bertahan tanpa uluran teman-teman?
Ya rabb…karuniakanlah seorang teman bagiku. Teman yang senantiasa hadir dalam perjuanganku. Biarkan kami saling menopang dan menyokong satu sama lainnya dalam menggapai indahnya Cinta-Mu. Ya Rabb….jangan biarkan aku kesepian, sendiri meniti jalan yang kau tunjuki ini. Jangan biarkan hatiku ciut dan dikerumuni godaan-godaan yang terus merayuku untuk berpaling dari jalan ini. Berilah aku kesabaran dalam meretasnya, kuatkanlah keimananku. Jangan pernah goyahkan keimananku. Aku yakin inilah jalan itu… jalan para Syuhadaa. Matikanlah aku dalam keadaan husnul khaatimah, bersama para Al-Abraar. Amin

2009

Senin, 01 Februari 2010

M I R I S

1 Februari 2009
 
Miris…, ya sungguh sangat miris. Ketika imam masjid bacaannya salah dan tak ada yang bisa membenarkan, kesalahnnya harus dilimpahkan kepada siapa?

Makmum? Atau imam itu sendiri?

Hari ini, ketika shalat isya berjama’ah di masjid, tiba-tiba saja imam lupa dengan bacaannya, kemudian beliau mengulangnya hingga beberapa kali tetapi tidak satupun dari makmum yang membenarkan atau meneruskan.

Sabtu, 30 Januari 2010

30 January 2009

Lagi-lagi terlambat shalat subuh, jam sudah menunjukkan pukul 05.30 aku baru sadar dari tidurku sedangkan M*r*****h tengah membaca doa al-Ma’tsurat. Aku benar-benar dongkol, pasalnya bukan kali ini saja kudapati hal yang sepeti ini. Kenapa dia tidak membangunkanku?
Buru-buru aku mengambil air wudhu untuk shalat subuh. Setelah itu kembali ke kamar mengambil perlengkapan shalatku.
“Kenapa nggak membangunkanku M*r?” aku protes dengan nada jengkel
“Aku bangunkan berapa kali kok,” tukas M*r*****h.
Aku benar-benar jengkel. Dadaku sesak seperti tidak dapat bernafas, jiwaku diliputi kebencian. Aku tidak suka diriku yang seperti ini.
Aku berusaha konsentrasi sebelum akhirnya aku takbiratul ihram, tapi sulit sekali. Sedangkan jarum panjang jam dinding yang ada di kamarku telah mnunjuk angka 9, ya Rabb…bangaimana aku bisa khusyu sedangkan hatiku masih sulit kutata.
Kemudian aku beristigfar berkali-kali, tak terasa air matakukupun menetes tak bisa membendung rasa sakit hatiku, dan kuputuskan untuk segera menunaikan kewajibanku meski dengan perasaan tak tenang.
* * *
Aku susah dibangunkan. Memang. Untuk itu aku hubungi ustadzh R*****h minta izin supaya personel kamarku di tambah satu orang yang rajin yang bisa membantu kami (aku dan M*r) untuk bisa lebih bisa shalat tepat waktu. Ataupun memisahkan aku dan M*r dengan menggantinya dengan orang yang bisa membantu kami berdua. Dimataku ini baik, bukan saja untukku, aku tidak seegois itu, tetapi juga untuk M*r*****h. tentunya. Aku yakin, ia juga nggak enak terus membangunkanku tapi dasar akunya yang tidak bangun-bangun. M*r*****h. juga bukan orang yang rajin-rajin amat. Kalau aku yang minta terus dibangunkan, terus dia, siapa yang akan membangunkannya.
Ustadzah R*****h tidak merespon dengan baik
Aku sungguh-sungguh sangat kecewa padanya, ketika ia akhirnya membalas smsku
“Aslm. Saya lupa bilang masalah pindah kamar, sebaiknya ba’da ujian saja. Kalau masalah telat shalat bisa dilatih dengan kesadaran sendiri,”
Glek… :I

#Nasadar meka itu kodong,,, bukannya saya nda mau bangun tapi nda bangun memang. Hikz....

Kamis, 28 Januari 2010

28 January 2009

Ketika hendak melaksanakan shalat Magrib tadi, aku segera mengambil air wudhu agar bisa ikut takbiratul ihram bersama sang imam. Kamarku di lantai dua, mushallanya di lantai dasar. Saat menuruni tangga, aku berpikir bahwa aku harus hati-hati lewat sini karena ada paku di sebelah kanan yang sering mengait mukena kami anak asrama.
Tangga pertama dari atas, wah…nggak tersangkut. Akhirnya kuteruskan melenggang menuruni tangga dengan perasaan aman. Sedetik setelah itu…. Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku yang sudah terseloyor jatuh dari tangga karena ternyata sarung shalatku tersangkut pada sebuah paku kecil yang ada di sebelah kiri tangga.
Ya Allah, sakit…, teman-teman yang sudah qamat dan siap melaksanakan shalat dengan shaf yang rapi dan rapat sontak kaget dan melihat ke arahku. Uni menghampiriku dan hendak menolongku, tapi kutolak karena kurasa ia tidak bisa mengangkatku dan aku masih merasa kesakitan dan tidak bisa bergerak. Aku hanya tertawa karena merasa lucu bisa jatuh sekaligus menghilangkan kesan kesakitanku serta berusaha tidak membuat teman-teman cemas
“kakak tidak apa-apa?” Tanya Anna
Aku hanya tersenyum, dan menggeleng.
“teruskan saja shalatnya Uni, aku nggak apa-apa kok”
Dari sini, aku bisa menilai bentuk kepdulian saudari-saudariku padaku, siapa sebenarnya diantara mereka yang memang care ma aku…
Jazakumullahu akhwaty atas ukhuwahnya selama ini….
Jadi terharu nih…

Minggu, 15 November 2009

Allah, Aku Mengadu

November 2008
إيّاك نعبد و إيّاك نستغين
Ya Rabb… di saat hamba ingin menangis mengadukan semua persoalan hamba, hamba tidak menemukan tempat yang paling membuatku bisa lebih tenang kecuali mengadukan semuanya kepada-Mu ya Rabb…
Ampunilah hamba, jangan pernah berpaling dari hamba-Mu yang dha’if ini, kumohon…
Kasihanilah hamba, bimbinglah hamba agar senantiasa merasakan nikmatnya iman kepada-Mu ya Rabbul ‘Aalamiin
# Hamba sadari teguran dan kritikan dari makhluk-Mu adalah teguran-Mu ya Allah…, ampunilah kesalahan hamba dan jadikanlah hamba termasuk orang-orang yang berserah diri.

Minggu, 11 Oktober 2009

PELANGI KAMPUS SYARI’AH

Juni 2009
Hari pertama bertemu denganmu, kau tampak biasa-biasa saja di mataku, bahkan bisa dibilang tidak menarik sama sekali. Kala itu, awal perkenalan kita, awal membangun pondasi ukhuwah kita, berharap kita bisa ta’awun karena nantinya kita akan terlibat dalam interaksi yang cukup panjang.

Mulanya biasa-biasa saja, bahkan beribu kegamangan yang tercipta dengan para penghunimu. Tapi aku yakin bahwa setiap orang yang berinteraksi denganmu adalah pembelajar sejati, tidak menutup kemungkinan mereka semua adalah mantan pemaksiat, sama halnya dengan diriku. Satu yang perlu dipahami, setiap orang punya masa lalu, kita tidak melihat itu. Yang kita nilai, berapa besar usaha kita untuk berubah menjadi lebih baik. Membangun sebuah peradaban yang terlupakan. Peradaban yang terkikis oleh hedonisme dan kediktatoran penguasa zaman yang tidak bertanggung jawab. Kau hadir dengan penampilan biasa-biasa saja, tapi yang kau tawarkan adalah misi yang sungguh luar biasa, sangatlah mulia. Dan akupun terjebak dalam kekhawatiran, apakah aku bisa menyertaimu menggapai cita-cita itu, terasa sangat berat dan sangat besar. Kuyakinkan diriku, kita adalah apa yang kita pikirkan, where there is a will, there is a way, HARAPAN itu masih ada. Aku harus bangkit. ALLAHU AKBAR, innallaha ma’anaa.

Akupun mulai tertarik padamu, dan ingin menjadi bagian dari dirimu, membangun peradaban yang gilang-gemilang. Namun menjadi orang baik bukanlah perkara mudah, tak semudah membalikkan telapak tangan, begitu kata teman-teman. Tentunya kan ada banyak kerikil-kerilkil tajam yang kan senantiasa menemani setiap langkah kita.














Aku jatuh cinta, pada semua hal tentang dirimu.

Kamis, 10 September 2009

HARI DUKA

Pagi-pagi mesti siap-siap, menuju rumah duka. Ayahanda kak Ani yang telah memenuhi panggilan-Nya pada Rabu, 090909 rencananya akan dikebumikan hari ini.
Suasana haru terhiasi dengan deraian air mata keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.
Siapa yang tak bergetar hatinya, melihat sosok tak bernyawa, terbujur kaku dan terbungkus kafan?
Kelak, kita semua akan mengalami hal yang serupa.
"Kulllu nafsin dzaa'iqatul maut"

Ya Allah...senangnya ketika banyak yang ikut menyolatkan jenazah kita.
Bahagianya menjadi sosok yang berarti dan banyak manfaat sehingga kehadiran kita kan dirindukan dan kepergian kita kan diiringi tangis kehilangan.
Aku ingin seperti itu ya Allah..........

Untuk kak Ani & keluarga....
Semoga dilimpahkan kesabaran dan ketabahan.
Ikhlashkan kepergian Ayahanda.
Iringi dengan doa yang tak putus-putusnya.
Rasulullah bersabda:
Ketika bani Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara:
- Doa anak sholeh
- ilmu yang bermanfaat
- Amal jariyah

Semoga Almarhum diampuni dosa-dosanya, dilipatgandakan amalan-amalannya dan mendapatkan naungan di hari tak ada lagi naungan kecuali naungan dari-Nya.
Amin

***

Jenazah pun dimasukkan dalam keranda...
tiba-tiba......aku teringat mama.
Ma........apa kabarmu di alam Barzakh?
Masih hangat dalam ingatan kejadian 4 tahun silam.
Ya, tepat 4 tahun sudah. Kau pergi untuk selamanya, 10 September 2005.

Sungguh aku merindukanmu ma........

Dely jabe yang mengenangmu :'(

Rabu, 09 September 2009

AKU HANYA INGIN MENULISKANNYA

Banyak hal yang bisa diceritakan. Namun terkadang sangat sulit untuk dituliskan. Lembaran-lembaran berikut sengaja kutorehkan. Manfaatnya belum jelas! Hanya saja aku ingin ada sejarah yang bisa dikenang.

Baikalah..., aku kan mencoba menuliskan sesuatu yang sederhana. Semoga bisa. Amin....

***

Aku prihatin, semalaman Indo' batuk-batuk terus. Aku tidak kuat mendengarnya.
Ya Allah...berikanlah nenekku yang terbaik.
Kalau batuk-batuk itu adalah cara-Mu untuk hapuskan dosa-dosanya yang telah lau, aku ridho ya Rabb, aku ikhlashkan, karena Engkaulah Yang Maha Tahu.
Namun bila kesembuhan baginya adalah jalan terbaik tuk memberinya kesempatan senantiasa dekat dengan-Mu, aku mohon...sembuhkanlah ya Rabb....

ABOUT INDO'

Indo' adalah panggilan akrab utnuk nenekku. Beliau adalah ibu dari mama. Namanya Hj. Rahmah. Umurnya...., berapa ya? ntar tak tanya dulu....
Wah...beliau juga ga tahu. Ya... sekitar 50-an lebih lah. Seperti Opanya Upin dan Ipin.
Janda dari almarhum Thahir yang wafat 13 tahun silam (1945-1996)

Indo' dikaruniai 9 orang anak. Satu diantaranya meninggal ketika masih berumur 40 hari dan belum diberi nama.
Jadi..., Indo' sisa memiliki 8 orang anak (wah, kayak anak SD aja menghitungnya, hihihi)
Mereka adalah:

1. Hatijah x Burhanuddin
2. Muh. Ja'far x Halijah
3. Muh. Arsyad x Telly
4. Halmiah x Ja'far
5. Hastuti x Rustam
6. Aisyah x Syamsuddin
7. Hasniati x Rusly
8. Rusmin Nuryadi

Cucu-cucunya adalah:
1. Delyana (1)
2. Aswin Wijaya (2)
3. Syahrir Rammang (4)
4. Musafir Rabbani (1)
5. agung Riyanto (2)
6. Sardin Rammang (4)
7. Vira Anjani (5)
8. Adel Kurniawan(3)
9. Alfian Rangga(3)
10. Nini Suciani (2)
11. Ainul Yaqin (1)
12. Merikewati (3)
13. Muh. As'ad Syam (6)

Dua anaknya telah mendahulinya kembali ke haribaan-Nya yaitu Hatijah (almh) dan Muh Ja'far (alm)

Indo'
Sosok yang tegar dalam menghadapi hidup yang keras ini. Tak pernah kuliahat dia marah kecuali sekali saja. Itupun karena memang takbisa ditolerir.

Indo'
Rajin Sholat dan ngaji. Apalagi di bulan Ramadhan ni. Meskipun ada perilaku jahiliyah yang diwariskan moyangnya yang masih ia jalankan, namun ia juga tak pernah membantah atau bersikap angkuh bila kuluruskan aqidah dan pemahamannya.
Itulah yang membuatku betah berlama-lama diskusi dengannya.
Indo'....kusayangki'

Sekarang usia Indo semakin senja. Imunnya juga sudah tak berfungsi dengan baik. Banyak penyakit yang bersemayam (hehehe, seperti singgasana ajah) dalam tubuhnya yang mulai renta. Komplikasi. Duh.....sedihnya.
Tak banyak yang bisa ana lakukan, cuma menyodorkan Habbatussauda dan Sari Kurma, Pengobatan Nabi, semoga Allah memberkati.

Indo' merasa ajalnya sudah dekat. Mungkin karena ia mulai sakit-sakitan. Ia pun mengunkapkan keinginannya mau melihat si bungsu menikah. Rusmin Nuryadi (Om Ughy, 24 thn)
Amin deh...semoga Indo dipinjami umur oleh Allah dan masih sempat melihat Om Ughy duduk di pelaminan.

***

"Nda' mauki' liatka' saya pengantin Indo'?" candaku padanya.
"Suruni sija' Cowokmu lettukiko!" jawabnya.
Akupun terpingkal-pingkal dibuatnya.
Hohoho...cowok??? mana ada! Mau suruh siapa?
Lagian...apa ada orang yang 'mau' ma sy. hihihi....

***

Indo'...
Semoga Allah senantiasa menjagamu kala penjagaan kami tak sampai kepadamu (Yahfazhukillah).
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya padamu sebagaimana kasih sayangmu pada anak dan cucumu.
Indo'...
Tak banyak yang bisa kami persembahkan
Hanya Doa yang bisa kami panjatkan mengiringi setiap hembusan nafasmu.
Semoga panjang umur dalam ketaatan.
Semoga diwafatkan dalam keadaan Husnul Khotimah.
Amin Ya Rabbal 'Alamin

Jumat, 31 Juli 2009